
Penumpang Lion Air JT-308 berinisial H (42) yang membuat kepanikan karena berteriak “bom” di dalam kabin pesawat terancam diblacklist oleh pihak maskapai.
Sanksi itu kini tengah dipertimbangkan sambil menunggu proses hukum yang masih berjalan.
Corporate Lawyer Lion Group Yuridio Tirta menyampaikan, informasi internal soal blacklist sudah ada, meski belum bisa disampaikan secara resmi ke publik.
“Kalau itu sementara sih informasinya memang akan kita blacklist. Cuman itu menunggu nanti informasi lebih lanjut, karena ini kan bersifat sementara ya,” ujar Yuridio saat ditemui di Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Senin (4/8/2025).
Yuridio juga meluruskan kabar yang menyebut bahwa pelaku emosi karena keterlambatan penerbangan.
Ia menegaskan, berdasarkan pemeriksaan, tersangka tidak mempermasalahkan jadwal keberangkatan.
“Kalau tadi sudah disampaikan sama Kapolres sendiri, berdasarkan keterangan dari tersangka sendiri tidak ada indikasi karena delay sama sekali sih,” katanya.
Insiden bermula ketika tersangka bermain dengan pematik, yang tidak diketahui jenisnya secara pasti oleh awak kabin. Hal ini membuat penumpang di sebelahnya merasa tidak nyaman.
“Cuma dimainin. Nah, penumpang samping-sampingnya merasa tidak nyaman. Itulah yang disampaikan,” tutur Yuridio.
Tersangka kemudian mengucapkan kata bom beberapa kali, dimulai dari interaksi dengan penumpang sebelahnya.
“Penumpang dengan nomor duduk 6D dan E itu menyatakan bahwa sampingnya itu mengatakan bahwa ada bom. Lalu disampaikan ke pramugari, pramugari cek, cross check tiga kali,” jelas Yuridio.
Setelah dilakukan pengecekan ulang oleh awak kabin, pernyataan tersangka dilaporkan ke kapten, yang akhirnya memutuskan pesawat kembali ke base, dan seluruh penumpang dievakuasi.
Penerbangan tertunda hingga tiga jam
Akibat insiden tersebut, Lion Air terpaksa mengganti pesawat untuk meneruskan penerbangan rute Jakarta–Kualanamu.
Penumpang yang sudah sempat boarding kembali dipindahkan ke pesawat baru, setelah proses screening ulang terhadap penumpang dan bagasi dilakukan.
Jadi pindah pesawat lagi, dilakukan screening, memang sudah aman. Dipindahkan sama penumpang yang tadinya mau ke Cengkareng ke KNO (Kualanamu) itu. Jadi pesawatnya memang benar-benar baru. Karena untuk kenyamanan penumpang juga,” jelas Yuridio.